"Pak, aneka anapa, 'Dalam bahasa Madura' (Pak, ini kenapa) ?," ucapnya.

Kemudian, laki-laki gemuk mengenakan jaket abu-abu serta bermasker menjawab pertanyaan si perekam video sembari ketar ketir. Dia mengatakan, bahwa sang pasien mulanya memiliki penyakit kencing manis dan divonis Covid-19 hingga akhirnya meninggal dunia.

"Sake' kencing manis, temmo e korona'aghi, 'Dalam bahasa Madura' (Ini sakit karena kencing manis, kemudian di positifkan korona)," teriaknya, sambil mendorong bed pasien ke arah pulang menjauh dari rumah sakit tersebut.

Tak henti-hentinya si perekam video menanyakan kepada beberapa orang dengan apa yang terjadi. Misalnya, si perekam video menanyakan tempat lokasi rumah sakit berada, hingga pelayanan rumah sakit sendiri.