Sementara skenario ketiga yaitu, apabila kerajaan Arab Saudi tetap tertutup untuk calon jemaah haji luar Negeri, dengan ketentuan status pandemi Covid-19 membahayakan, maka Pemerintah Indonesia juga tidak akan memberangkatkan kembali calon jemaah haji pada tahun ini.

"Kecuali untuk orang Arab sendiri tetap menjalankan ibadah haji," ucapnya.

Di samping itu, tak usah berkecil hati, untuk para jemaah haji di Sumenep diimbau untuk selalu bersabar dari adanya wabah virus korona tersebut. Mengingat, seluruh calon jemaah haji yang tertunda pada tahun kemarin seyogyanya tetap akan diberangkatkan.

"Tapi masyarakat tetap harus menyiapkan diri untuk memahami ilmu-ilmu manasik. Membaca buku-buku manasik yang kemarin telah kami distribusikan kepada jamaah. Selain itu, tetap menjaga kesehatan, terutama gunakan masker, hindari kerumunan dan sering cuci tangan," pintanya.

Menurutnya, jika nanti ada keputusan dari Dirjen PHU Kemenag RI, maka calon jemaah haji diwajibkan untuk selalu menyiapkan diri sejak saat ini.