Sementara itu, warga lainnya mengaku tidak terima dengan adanya realisasi proyek seperti tersebut.

"Realisasi proyek yang seperti itu namanya proyek abal-abal mas, maka oleh karena itu saya dan tentunya warga yang lain meminta kepada pihak terkait agar proyek tersebut dievaluasi," pintanya pada memberikan keterangan kepada Wartawan MaduraPost.

Menanggapi dari adanya realisasi proyek seperti itu, salah satu anggota tim investigasi LSM Wadah Pengayom Rakyat (WPR) Abd Basit mengatakan, proyek pengaspalan itu hanya mau dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh pelaksana.

"Melihat pelaksanaan proyek seperti itu, kami menduga kalau proyek tersebut sepertinya hanya mau dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh pelaksana," ucapnya, Rabu (2/12/2020).