"Kalau petani pengen pupuk uria, kalau petani pengen MPK dicampur dengan petroganik, Kalau pengen pupuk KCM dicampur dengan petroganik," jelasnya.

Menambahkan, Suyono, dengan cara satu sak petroganik dikeluarkan dicampur dengan 2 kg pupuk urea disemprut dengan M4 banteri, M4nya diicirkan satu gelas AQua dengan 10 liter air, dan ditambah tetes satu gelas, juga dicampur dan semprotkan ke petroganik, namun urea dicampur, sehingga dimasukkan ke sak diikat rapi selama tiga hari, dibuka dan langsung digunakan untuk apa saja dan bebas untuk tanaman apupun.

"Untuk petani di Sampang bisa menggunakan petroganik dengan harga murah, sehingga kelangkaan urea bisa teratasi," pungkasnya.

(Mp/man/rus)