"Jika Bupati Pamekasan tidak mau menemui kami, maka masyarakat akan melakukan penyegelan pintu pagar kantor bupati pamekasan," tegasnya.

Sementara itu, MaduraPost menghubungi Korlap Aksi Basid FAAM pada pukul 15:10 Wib, sore hari mengatakan, massa aksi telah menyegel pintu pagar Kantor Bupati Pamekasan, dan Bupati Pamekasan tidak sama sekali menemuai massa aksi dan memberikan kejelasan digelar atau tidaknya pilkades 2023.

"Kami atas nama masyarakat akan tetap bertahan disini, menunggu jawaban Bupati Pamekasan," jelas Basid FAAM.

Perlu diketahui, semua ada 15 desa yang akan menggelar Pilkades serentak di 2023, terhitung 13 desa dan 2 desa yang sebelumnya tahun 2022 Pilkades-nya tertunda, yaitu Desa Penaguan Kecamatan Proppo dan Desa Tamberu Agung Kecamatan BatuMarmar.