“Janji mereka untuk membayar di akhir Juli juga batal tanpa alasan jelas,” ucap Faris.

Bola Panas Dialihkan ke Pemkab

Setelah dua jam aksi berlangsung, perwakilan SKK Migas akhirnya bersedia menemui massa. Namun, jawaban mereka justru menambah kecurigaan nelayan.

Menurut perwakilan SKK Migas, kewajiban Petronas sudah dilaksanakan dengan menyalurkan dana ganti rugi melalui Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Artinya, dana sudah dibayarkan. Masalahnya sekarang ada di Pemkab Sampang, bukan lagi di kami,” kata seorang pejabat SKK Migas.

Namun, ketika ditanya detail besaran dana yang disalurkan, pejabat tersebut bungkam.

"Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan informasi lebih detail mengenai hal itu,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu makin memperkeruh persoalan. Nelayan kini menaruh curiga bahwa dana miliaran rupiah yang dijanjikan terhenti di meja birokrasi.