Program ini mengandalkan skema Easy Paspor dari Imigrasi Pamekasan. Para petugas hadir dengan perangkat lengkap: dari alat foto biometrik hingga pengambilan sidik jari. Prosesnya cepat, efisien, dan tak kalah dari pelayanan di kantor resmi.
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Pamekasan, dalam keterangannya, menyebut program ini sebagai bentuk adaptasi layanan publik yang humanis.
“Kami ingin mendekatkan pelayanan ke masyarakat, bukan menunggu masyarakat mendatangi kami.”
Seiring makin meningkatnya minat masyarakat Madura untuk melaksanakan ibadah umrah, program seperti ini terasa relevan. Tak hanya memudahkan secara teknis, tetapi juga memberi ketenangan batin bagi jemaah yang sejak awal merasakan pelayanan yang ramah dan manusiawi.
Di tengah lalu lintas kebijakan dan birokrasi yang kadang rumit, kehadiran pelayanan langsung di desa semacam ini menjadi napas segar. Bagi banyak jemaah, urusan paspor yang dulunya terasa jauh dan berat, kini cukup ditempuh dengan berjalan kaki ke kantor travel terdekat.
Dengan layanan seperti ini, berangkat ke Tanah Suci tak lagi terasa sebagai perjalanan yang rumit, melainkan awal dari pengalaman spiritual yang dimudahkan sejak langkah pertama.