“Ada, tapi saya datang siang karena masih mengajar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak desa maupun aparat kecamatan mengenai dugaan pemotongan bantuan tersebut. Sementara itu, keresahan warga terus mencuat, mengingat bantuan beras sangat penting untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.