“Sebagai santri, mereka membawa nama besar pesantren. Maka, kami berharap mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan di sini, dan menjaga nama baik lembaga dalam kehidupan mereka ke depan,” pungkasnya.

Di tengah gegap gempita prosesi wisuda, terselip semangat dan keteguhan untuk meneruskan estafet perjuangan pendidikan di desa. Dari Tamberu Barat, cahaya ilmu itu menyala—melintasi batas ruang dan waktu, menuju peradaban yang lebih bermartabat.