Berita tentang kondisi menyedihkan ini akhirnya sampai ke telinga anggota DPRD Sampang. Mahfud, Ketua Komisi IV yang membidangi olahraga, langsung merespons. Ia berjanji akan mendorong adanya alokasi dana melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Ini hanya butuh pengecatan anti karat. Biayanya tidak besar. Tapi nyawa atlet taruhannya,” katanya.

Mahfud menambahkan bahwa perhatian pada olahraga jangan hanya diberikan saat event besar datang. “Kami di DPRD sudah usulkan sejak pembahasan anggaran tahun lalu. Olahraga itu bagian dari investasi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya panjat tebing, GOR indoor untuk bulu tangkis pun luput dari perhatian. Padahal fasilitas itu berpotensi memberikan pemasukan daerah lewat retribusi.

Kini, para atlet panjat tebing Sampang hanya bisa berharap. Pada karat yang tak kunjung digosok, pada janji yang belum tentu cair. Di antara dinding tebing buatan dan matahari yang mulai tinggi, mereka tetap berlatih. Menantang gravitasi, dan mungkin juga sistem.