Rudi berharap hilir dari budidaya tembakau semi organik tersebut berasal akan muncul produk pasca panen yaitu industri rokok yang akan bermunculan.
"Selain rokok, tembakau juga bisa dipakai untuk Vape, Minyak Aciri, dan bahan-bahan kosmetik, ini merupakan hasil penelitian ilmiah yang pernah dilakukan oleh kalangan ilmuwan dan saintis," ujarnya.
Ia juga berharap dengan hasil tembakau yang berkualitas tersebut berdampak pada bergeraknya angka kemiskinan Kabupaten Sampang bangkit lebih cepat.
“Sembilan bulan lalu angka kemiskinan di Sampang berada di angka 21,76 persen, saat ini mengalami penurunan menjadi 20,83 persen, ini merupakan angka penurunan paling besar se-Madura,” ucapnya bangga.
Selain dari sektor tembakau, Alumni Universitas Hiroshima Jepang tersebut juga menyebut komoditas yang bisa dikembangkan di wilayah Sampang adalah perikanan dan rumput laut.
Saat ini pihaknya tengah menggandeng investor untuk melakukan pilot project budidaya rumput laut di beberapa wilayah tambak bandeng masyarakat Sampang.
Tujuannya, para pemilik tambak kedepan akan memiliki penghasilan dari dua komoditas sebab bandeng dan rumput laut yang juga dikembangkan oleh Pemkab Sampang dalam satu kolam sama dengan sistem yang dipraktekkan di Tumpang Sari. Selain itu, Rudi juga menyinggung data kebutuhan nasional garam sebesar 500.000 ton sementara produksi garam Sampang mencapai 300.000 ton sehingga hal tersebut menyebabkan harga garam konsumsi turun.
Pihaknya saat ini tengah berupaya menjaga harga tetap stabil dengan mengubah hasil produksi garam konsumsi menjadi garam industri.
"Kita memiliki inovasi dengan BRIN untuk meningkatkan kualitas garam industri, dengan kadar NaCl di atas 97% dan kadar magnesium serta kalsium di bawah 600 ppm sehingga ha