Tak hanya itu, menurut pemuda paruh baya tersebut, akibat dari rusaknya jalan kabupaten itu, akses perekonomian warga tersendat, aktifitas warga sekitar dan para pengendara juga terganggu.

"Saya berharap pemerintah Kabupaten Sampang melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki jalan tersebut sebelum masyarakat memblokadenya dan menutup akses itu," imbuhnya.

Senada dengan Muhammad Syuaib, pengendara motor Ali Usman juga mengkritik kebijakan pemerintah Kabupaten Sampang yang lebih mementingkan pembangunan di daerah selatan dari pada akses jalan kabupaten di utara yang rusak parah bertahun-tahun.

"Tolong dong kami masyarakat pantura juga ingin menikmati akses jalan yang enak, masak pemerintah membangun JLS dengan dana miiyaran bisa, tapi memperbaiki jalan di pantura gak bisa?," tanya Usman dengan heran.