"Untuk anggarannya tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Namun kini kami lebih memaksimalkan bisa menjangkau 27 Kecamatan khusus SD," terangnya.
Diinformasikan, program wajib diniah ini sebenarnya menjadi cetusan mantan Bupati Sumenep Busyro Karim pada tahun 2016 silam.