Sayangnya, hanya berjalan dua bulan, program tersebut terbengkalai akibat dampak pandemi Covid-19 gelombang ketiga.

Dia menyebutkan, adanya program Ngopi Pagi bertujuan untuk menampung segala bentuk aspirasi masyarakat.

"Bisa juga menyampaikan kritikan dan sumbangsih pemikiran terhadap kemajuan Sumenep," ujarnya.

Dia berjanji, jika pandemi Covid-19 gelombang ketiga sudah usai, usai idulfitri 1443 H akan membuka kembali program Ngopi Pagi tersebut.

Menurutnya, program Ngopi Pagi bisa menyerap aspira masyarakat secara langsung, sebab dapat ditindaklanjuti langsung oleh Bupati Sumenep.