"Seharusnya sebelum dibongkar, pemerintah menyiapkan lapangan sepak bola penganti, bukan seperti ini yang mengorbankan para atlet maupun club sepak bola yang ada di Sampang," tegasnya.
Masih kata Dani sapaan akrabnya, menegaskan bahwa lapangan Wijaya Kusuma Sampang, merupakan lapangan bersejarah bagi dunia sepak bola. Di sana juga banyak melahirkan atlet sepak bola termasuk PSG yang pernah menorehkan prestasi di lapangan Wijaya.
"Bagi kami lapangan sepak bola Wijaya Kusuma adalah bagian dari sejarah Kabupaten Sampang. Anehnya lagi, Sampang ini kabupaten yang minim fasilitas olahraga. Lebih aneh lagi, yang ada malah dibongkar," keluhnya.
Sekedar diketahui, lapangan Wijaya Kusuma merupakan aset pemerintah daerah Kabupaten Sampang yang sudah terbangun semenjak ere Bupati Bagus Hinayana. Namun, lapangan itu kini akan berubah menjadi Ruang Terbuka Hijau dengan menyedot anggaran sebesar Rp 18 Milyar.