Ia menegaskan, kalau dirinya tetap ingin memperjuangkan TPP ASN tahun 2021yang jelas-jelas hak seluruh ASN di Pamekasan. Karena kata dia, jelas seluruh ASN di Pamekasan kecewa terhadap tindakan Bupati Baddrut Tamam yang katanya mengalihkan TPP-nya itu ke Infrastruktur.
"Seluruh ASN itu diam, saya yakin karena itu takut, saya berani bersuara dan bertindak seperti itu karena itu hak saya dan menyangkut isi perut banyak orang, dan dari awal saya sudah siap dengan konsekuensinya, termasuk mutasi yang diterima oleh istri saya," pungkasnya.
Abu Sidik menambahkan, kalau dirinya dan istri memang dari awal sudah siap ditempatkan di manapun karena itu amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
"Insyaallah istri saya siap menjadi saksi pelapor apabila nanti sudah dipanggil oleh pihak Polda," tambahnya.