"Saya beli madu yang dijual seorang kakek di jalan. Saya merasa kasian karena dia mengaku jual madu seharian tak laku-laku," ungkapnya pada Madurapost, Selasa (30/11).

Pihaknya menjelaskan, kakek tersebut berasal dari Desa Sergang, Kecamatan Batiputih. Menurutnya, bukan persolan rugi karena tertipu dari madu palsu tersebut.

Namun, pihaknya menyayangkan, jika masih banyak menipu, yakni warga yang ingin mencari rezeki dengan cara kotor dan menipu pembelu. Hal ini diduga kuat demi merauk keuntungan besar dengan menghalalkan berbagai cara.

"Awalnya dia ngaku bawa tiga botol madu, dan tinggal satu botol yang belum laku. Akhirnya saya beli karena kasihan. Tapi setelah saya buka malah yang cairan gula jawa," terangnya.