Selain itu, Paketan yang diterima masyarakat di setiap desa bervariatif dan tidak sampai harga Rp 200.000.

"Ada sebagian Masyarakat di suatu desa hanya dikasih beras 10 Kg dan telur 2 Kg, Jadi paketannya cuma itu, Bahkan berasnya bukan premium," Lanjut Khairul.

Lebih parah lagi, Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) yang semestinya dipegang oleh KPM, ternyata dikoordinir oleh oknum pemerintah desa.

"Jadi agen E-warung itu rata rata dikendalikan oleh oknum pemerintah desa, bahkan ada desa yang pencairannya tiga bulan sekali. KPM hanya dikasih beras 10 Kg dan Telur 1 Kg" Imbuhnya.