"Modelnya kolaborasi, pola ini hasil kunjungan kerja (Kunker) ke Lamongan. Sehingga, nanti BUMD PD Sumenkar sebagai penyedia beras yang akan menjual kepada ASN kita," terangnya.
Bupati Fauzi menerangkan, PD Sumeker tidak hanya menyediakan beras saja, akan tetapi tetapi hasil panen petani seperti cabai, bawang dan lainnya.
"Khususnya pada saat memberikan sesuatu platform inflasi dan deflasi bisa masuk disana. Kalau murah, lagi hancur, BUMD bisa masuk dengan bentuk subsidi. Kalau mahal PD Sumekar juga turunkan harga agar masyarakat juga tidak menjerit. Tapi kalau murah ini bisa juga intevensi," jelas dia.
Ditanya soal berapa ton beras yang akan terserap, dia mengungkapkan, dalam setahun akan menyerap sebanyak 1.113 ton beras khusus diperuntukkan untuk ASN saja.