Entah apa yang merasuki M, kata Sanimo, tiba-tiba langsung menantang dirinya untuk berkelahi. Sontak membuat Sanimo kaget bukan kepalang. Bahkan, lanjut Sanimo bercerita, M mendatangi dirinya untuk menanyakan terkait permasalahan yang sudah berlarut-larut tak kunjung selesai itu. Diketahui, permalasahan antara M dan Sanimo buntut dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2020 lalu.
"Awalnya saya bertemu dengan M, saya bersalaman untuk minta maaf atas insiden yang sudah berlalu. Saat saya duduk santai, kemudian kerabat keluarga M ini memaki dan bawa-bawa nama orang tua saya. Bahkan sampai nantang carok sama saya," ungkap Sanimo pada pewarta, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya baru-baru ini.
Singkat cerita, Sanimo kembali masuk ke ruang Puskesmas. Namun, baru sampai pintu masuk Puskesmas, tiba-tiba Sanimo dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga teman M.
"Malam Kamis itu saya di keroyok di Puskesmas Bluto, mereka menanyakan nama saya, ya saya bilang Sanimo. Tapi pihak M menolak bersalaman dengan saya. Padahal niat saya hanya ingin minta maaf saja," katanya.