Menurutnya, perlu ada agenda lanjutan untuk menyamakan persepsi dan instrumen. Tujuannya, agar implementasi di sekolah tidak terlalu ada gap atau kelompok antar sekolah.
“Ini perlu ditindak lanjuti dalam pertemuan pertemuan KKG atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di setiap Kecamatan. Sehingga implementasi kurikulum darurat ini bisa terlaksana secara merata dengan baik,” tandasnya.