Songkok, sepatu dan batik kata dia, bukan brand baru yang Bupati Baddrut Tamam ciptakan, Dan sebelum sampean (Bupati Baddrut Tamam, red) lahir sebut Abdus Marhaen Salam, Insyaallah produk-produk itu sudah ada di Pamekasan. Kemudian ia mengatakan kalau 100 persen dirinya bisa meniru gaya Baddrut Tamam.
"Tinggal beli songkok diberi nama Abdus Marhaen selesai, bukan brand baru. WUB yang sampean (Baddrut Tamam, red) laksanakan itu tidak terhadap orang-orang yang dari nol tidak punya usaha lalu sukses, tapi kepada orang-orang yang sudah punya usaha sebelumnya. Kenyataannya saat ini banyak pengusaha batik mengeluh batiknya tidak laku," kata Ketua FAMAS dan Wakil Presiden N.G.O tersebut.
Sementara Zaini Wer Wer yang sejatinya merupakan Jenderal Lapangan 1 dalam aksi tersebut mengatakan, Bupati cenderung terlalu bersolek dengan pencitraan yang justru hanya meninabobokkan Bupati. Sebab kata dia, banyak persoalan yang tidak jelas hingga kini.
"Seperti TPP untuk kawan-kawan ASN, tolong dicatat bahwa se-jawa timur, Pamekasan menjadi Kabupaten satu-satunya yang melenyapkan TPP ASN dengan alibi dialihkan untuk infrastruktur, alasan apaan itu," teriak Wer Wer (akrab disapa) dalam orasinya.