Kemudian ungkap dia, kekosongan sejumlah Dinas yang hingga kini masih dijabat oleh PLt juga menjadi bagian dari isi tuntutan kali ini. Sebab pungkas dia, kekosongan tersebut sudah membuktikan kegagalan Bupati Badrut Tamam dalam menjalankan tugasnya sebagai pemegang kebijakan di Kabupaten Pamekasan.

"Belum lagi harga tembakau yang hingga kini masih jadi PR besar bagi Bupati, mana janji anda yang pernah mengatakan tidak akan ada lagi harga tembakau milik petani murah. Omong kosong itu," pungkasnya.

Ironisnya papar Wer Wer, saat Bupati mengatakan bahwa Aksi Demo tidak penting, statmen tersebut sebut Wer Wer sangat keterlaluan dan menyakiti hati semua aktivis.

"Jelas itu melukai kami sebagai aktivis, tidak hanya di Pamekasan tapi seluruh aktivis di Indonesia, jadi kami minta Bupati menjelaskan pada kami," pintanya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di depan demonstran hanya menyampaikan terima kepada para aktivis dan yang hadir lainnya. Ia juga menyampaikan terima kasih terhadap gagasan, pemikiran, serta pendapat yang disampaikan oleh demonstran.