"Nah, ini sangat miris ketika kami tanyakan kembali bukti-bukti kesepakatan berupa berita acara, foto dan tanda tangan daftar hadir itu tidak ada. Lah ini kita sangat kecewa terhadap panitia pelaksana," ungkapnya.
Ia menegaskan, kalau pihaknya menduga telah terjadi Nepotisme di dalam internal KONI sehingga orang lain dipersempit ruangnya untuk ikut dalam kontestasi pencalonan Ketua KONI Pamekasan itu.
Baca Juga:Dapat Suara Nol di Kecamatan Palengaan, Mungkinkah Mas Tamam Akan Maju Pilkada Pamekasan 2024
"Maka dari itu, kami sangat menyayangkan tindakan-tindakan KONI yang telah mengenyampingkan AD/ART yang ada," tukasnya.