"Dengan begitu, harapan terbesar mampu menggugah para dermawan untuk saling mbantu dan tergerak. Karena Negara sudah hadir dengan berbagai macam bantuan sosial, baik tunai maupun yang berbentuk sembako,” terangnya.

Selama PPKM ini lanjut Idan Mulya, secara tidak langsung berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Ia menyebutkan kalau aktifitas hampir seluruh sektor terbatas dibatasi, dan ini sebut dia berlaku di seluruh negara di muka bumi ini tak terkecuali Indonesia.

Selain petani, tukang ojek, tukang becak, pedagang asongan, serta pekerja serabutan, janda dan jompo juga menjadi sasarannya. Karena mereka ucap dia, sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 tersebut.

"Mereka kini sulit mencari nafkah karena hajatan sangat dibatasi. Untuk itu, kami ingin hadir walau sekedar berbagi sesuap nasi," lanjutnya.