Disamping itu, dirinya merasa telah diancam. Sebab, saat pihaknya menanyakan perihal kekurangan uang arisan itu, Latifa Solehatul Ardi dinilai akan melaporkan perkara itu ke polisi.

"Sampai ketika saya tanya ke Latifa langsung kenapa dikeluarkan dari grup, dia malah bertanya balik. Apakah saya akan bayar uang arisan atau tidak. Kemudian ketika saya tanya lebih halus lagi, Latifa menjawab jika urusannya langsung dengan keluarganya yang ada di polisi, (Brimob, itu katanya akan ada surat panggilan, red). Menurut saya, Latifa itu mengancam saya," urainya.

Ditanya soal dirinya dinilai kabur dan membawa uang arisan ratusan juta, pihaknya membantah tegas. Alasannya, dirinya tengah melakukan pengobatan ke dokter psikiater (Psikolog).

"Saya minta nama saya dipulihkan atas pernyataan Latifa itu di media. Latifa pernah berpikir tidak mental saya kebelakang akan seperti apa. Buktinya hari ini mental saya terganggu. Itu ada buktinya surat dari psikiater," ujarnya.

Menurutnya, meski telah mendapatkan arisan tersebut di awal, pihaknya mengaku tidak pernah lepas tanggungjawab apalagi kabur dan membawa uang ratusan juta.