"Tentunya kita lihat saja nanti regulasi sekolah seperti apa," tegasnya.
Sebelumnya, kata dia, pihaknya mengintruksikan bagi siswa yang tidak mau divaksin harus melampirkan surat keterangan. Hal itu dilakukan, demi menepis kekhawatiran orang tua siswa terkait vaksinasi.
"Kami takut nanti ada apa-apa sekolah disalahkan. Tapi kenyataannya, tafsiran surat itu ternyata tidak wajib. Dari hasil rapat pimpinan untuk surat pernyataan siswa kemarin akhirnya dicabut," tuturnya.
Sebab itu, saat ini pihaknya mewajibkan untuk semua siswa yang ada di sekolahnya itu wajib mengikuti program vaksinasi.
"Tidak perlu ada pernyataan siap divaksin atau tidak. Karena yang menentukan divaksin atau tidaknya itu hanya tim medis. Sekarang kita merujuk kepada aturan vaksinasi wajib," tukasnya.