“Masyarakat yang terinfeksi TBC penting untuk mendapatkan pemahaman supaya melakukan pengobatan penyakitnya hingga tuntas, dalam rangka memutus mata rantai penularannya,” tuturnya.
Dia pun menyatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa penemuan kasus TBC dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung naik secara fluktuatif.
Jumlah kasus TBC pada tahun 2018 ditemukan 1.709 kasus, tahun 2019 sebanyak 1.882 kasus, dan pada tahun 2020 adalah 1.667 kasus, tetapi penemuan kasus ini masih belum mencapai target, karena diperkirakan jumlah penderita TBC sebanyak 2.202 orang.
“Angka kasus TBC di Kabupaten Sumenep untuk di Jawa Timur menempati ranking pertama jumlah penderita terbanyak,” tutur Wakil Bupati dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi ini.