BANGKALAN, MaduraPost - Himpunan mahasiswa pasca sarjana Bangkalan (HMPB) menggelar audensi bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Selasa (16/03/2021).

Hal itu sebagai upaya HMPB dalam mengawal sejumlah peristiwa kasus Asusila yang marak terjadi di Kabupaten Bangkalan.

Ahmad Mudabir sebagai koordinator HMPB menyampaikan, maraknya kasus asusila di Bangkalan disebabkan kurangnya kordinasi antara DPRD dengan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) dan sejumlah aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan Mudabir mengacu pada peristiwa kasus Asusila yang terjadi di Kecamatan Klampis. Dimana korban tidak mempunyai bantuan hukum dari DP3A, Sehingga proses hukum yang saat ini bergulir di Persidangan Pengadilan Negeri Bangkalan sangat jauh dari harapan korban.

"Jadi DP3A tidak hanya pendampingan secara fisikologis, tapi ada pendampingan secara hukum juga, Biar peristiwa seperti di kecamatan Klampis tidak terjadi lagi," Kata Mudabir.