"AKN ini berbeda dengan UN," terangnya, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (9/1).

Secara penuh, Sri menguraikan, jika UN hanya mengukur kemampuan siswa secara individu. Sementara, AN mengukur secara kolektif potret sekolah baik pengetahuan siswa sebagai hasil proses belajar, karakter siswa, dan lingkungan belajar, sebagai penunjang dari proses pembelajaran.

Disamping itu, Sri juga menjelaskan, penerapan AN tersebut akan diukur menggunakan tiga instrumen. Pertama, AKN yang mengukur literasi dan numerasi hadil belajar kognitif. Kedua, survei karakter, yaitu mengukur sikap, kebiasaan, nilai hasil, dan belajar non kognitif. Ketiga, yaitu survei lingkungan, mengukùr kualitas pembelajaran iklim sekolah, dan menunjang proses pembelajaran.

"Pemerintah akan memotret masing-masing sekolah terkait kompetensi siswanya, prosesnya, sekolah dan lingkungannya," kata Sri, menguraikan.