Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi bersama tim medis UPT Pragaan, korban diduga tewas tenggelam karena kelelahan, kemudian terbawa arus air laut.
"Tidak ditemukan tanda-tanda luka atau bekas penganiayaan. Pihak keluarga juga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi," jelasnya.
Untuk diketahui, korban bernama Adduri, di rumahnya, ia dipanggil pak Luddin. Laki-laki 68 tahun ini kesehariannya bekerja sebagai seorang tani. (Mp/al/kk)