“Ada indikasi pembiaran oleh pemerintah terkait dengan pengrusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Sumenep,” terang Sutrisno, pada sejumlah media, Senin (21/12).

Sutrisno juga menyesalkan audiensi itu tak berjalan mulus, sebab sejumlah Dinas terkait yang diundang menghadiri diskusi dengan mahasiswa itu malah tak hadir.

“Saya ke sini mau presentasi, bukan hanya soal izin operasi tambak, tetapi kita bertahun-tahun mengawal zonasi tambak, limbah tambak dan bertahun-tahun kita teriak soal sepadan pantai. Tidak pernah ada tindakan tegas sampai hari ini,” sesalnya.

Meski dirinya merasa kecewa atas audiensinya yang dipending, dia berharap audiensi tersebut bisa dijadwal ulang dan tanpa perwakilan instansi terkait.