Senada dengan Dhofir, Syukron yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen berharap aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Pamekasan bisa melihat dampak yang akan dihadapi apabila putusan hakim nantinya tidak sesuai dengan harapan alumni dan simpatisan. Menurutnya membela Kiyai atau Ulama baginya merupakan simbol keagungan yang harus dijaga marwahnya.
"Sekalipun nyawa menjadi taruhannya demi membela ulama, kami siap," tegasnya. (Mp/ron/kk)