"Uniknya akibat globalisasi pula, Pandemi yang kita hadapi menyebar cepat," paparnya.

Tahun 1918 kita terkena pandemi flu Spanyol dan berhasil kita hadapi, namun lebih dari 25 juta rakyat Indonesia meninggal.

"Kali ini, kita di tengah-tengah pademi harus menjadi bagian dari sebuah solusi. bahwa pandemi ini menjadi papan lontar atau batu loncatan untuk menghadirkan sebuah solusi," Kata Sandiaga.

Sandiaga juga menceritakan tentang awal meniti karier dalam bidang usaha yang digelutinya. Bahwa krisis Tahun 1997 yang menyebabkan dirinya di PKH membuatnya harus berfikir inovatif dan menjadikan musibah yang menimpanya menjadi hikmah.

"Pada saat krisis moniter, banyak perusahaan kolep, tidak ada lowongan kerja tapi yang ada peluang restrukturisasi. Akhirnya kami mendirikan perusahaan untuk merestrukturisasi dan akhirnya dari tiga orang menjelma perusahaan investasi aktif dengan membuka lapangan bagi 30 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Kami tidak menyangka jika cerita kelam adalah ternyata kesuksesan," Cerita Sandiaga.