"Terkait persoalan chaos terhadap aparat. Jadi bagi saya pribadi tidak pernah merasa takut sama sekali, karena hal kemarin itu bukan pertama kali bagi saya. Saya juga sering diikuti demo-demo lainnya dan sering orasi mengatasnamakan rakyat, dan menyampaikan aspirasi kepada dewan-dewan yang terhormat," tuang Dinda, dengan nada gemetar.
Baginya, dengan kekuatan Kartini milienial hari ini, kekuatan perempuan tidak berada pada paras cantik saja. Jika ingin mengubah nasib, dengan lantang dia katakan, perempuan mempunyai peran penting di dunia ini.
"Saya mengajak seluruh kaum perempuan di Sumenep baik itu mahasiswa ataupun emak-emak, mari untuk sadar. Perempuan mempunyai peran penting di dunia ini. Karena pada dasarnya perempuan itu juga mempunyai posisi di masing-masing elemen baik di kursi politik kursi sosial bahkan di kursi pemerintahan," paparnya.
Meski hujatan media sosial (Medsos) tengah mengikat, mempersekusi, bahkan mengalir diporos perjuangannya, perempuan 20 tahun ini menolak gertakan itu sebagai tangga kesuksesan.