“Kami kecewa karena pihak BRI terkesan tidak serius menangani kasus ini. Pembakaran ban ini adalah bentuk kekecewaan kami,” ujar Ibnu di hadapan massa, Kamis siang.

Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan manipulasi dalam proses kredit bagi pensiunan yang menggunakan SK pensiun sebagai jaminan.

Ia menyebut, praktik itu berdampak pada kerugian nasabah dan tetap berlangsungnya pemotongan dana pensiun korban.

Massa aksi sempat menolak ajakan dialog dari perwakilan manajemen yang menemui mereka di luar kantor. Demonstran meminta agar pimpinan cabang hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan resmi.