Ia menilai, program ini bukan sekadar bantuan transportasi, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren di kawasan kepulauan.

“Program transportasi laut gratis ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kepulauan, khususnya para santri yang sedang menuntut ilmu,” kata H. Hosnan, Minggu (29/3).

Ia menjelaskan, selama ini ongkos perjalanan laut kerap menjadi persoalan tersendiri bagi wali santri.

Tidak sedikit keluarga yang harus menyediakan dana cukup besar demi memastikan anak-anak mereka bisa kembali ke pesantren.