Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar menambahkan, bahwa literasi merupakan bentuk edukasi yang harus dimulai dari diri sendiri sebelum ditularkan kepada orang lain.

Ia menilai upaya kolaboratif antara pemerintah dan insan pers menjadi kunci dalam memperkuat budaya membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Senada dengan hal itu, Ketua DPC Sumenep" class="inline-tag-link">PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengungkapkan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan program literasi berkelanjutan.

Ia berharap gerakan literasi dapat semakin meluas dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

"Gerakan ini akan terus subur hingga ke pelosok desa," pungkasnya.