Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar menambahkan, bahwa literasi merupakan bentuk edukasi yang harus dimulai dari diri sendiri sebelum ditularkan kepada orang lain.
Ia menilai upaya kolaboratif antara pemerintah dan insan pers menjadi kunci dalam memperkuat budaya membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Baca Juga:Mantap! Program SiKapal Milik Pemkab Sumenep Masuk dalam 45 Top Inovasi Pelayanan Publik 2023
Senada dengan hal itu, Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengungkapkan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan program literasi berkelanjutan.
Ia berharap gerakan literasi dapat semakin meluas dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
Baca Juga:Perangkat Desa di Sumenep Ditangkap Kasus Curanmor, Aktivis Desak Hakim Jatuhkan Hukuman Maksimal
"Gerakan ini akan terus subur hingga ke pelosok desa," pungkasnya.