Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk saling mendukung dan memperbaiki keadaan. Kesadaran ini penting agar setiap anak mendapatkan hak dasarnya untuk belajar membaca dengan baik.
Bagi guru dan orang tua yang ingin mempelajari lebih lanjut penerapan Model Literasi Kontekstual Berbasis Lokal (LKBL), penulis telah menyusun panduan dan contoh praktik pembelajaran yang dapat diakses secara terbuka melalui.
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan praktis dalam mendampingi anak belajar membaca sesuai dengan kondisi dan budaya setempat.
Sebagai penutup, tulisan ini mengajak kita semua untuk melihat persoalan literasi anak secara lebih jernih dan manusiawi. Kelancaran membaca tidak akan tumbuh jika hanya dibebankan kepada sekolah.
Dibutuhkan peran guru yang terus berinovasi, dukungan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan nyata siswa, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat.