OPINI, MaduraPost - Di tengah berbagai program peningkatan mutu pendidikan, persoalan literasi dasar di wilayah kepulauan masih menjadi kenyataan yang patut kita renungkan bersama.
Berdasarkan temuan lapangan, terdapat empat sekolah dasar di Kepulauan Kangean yang hingga kini masih memiliki siswa belum mampu membaca dengan lancar. Sebagian siswa bahkan masih kesulitan mengenali huruf dan menyusun suku kata sederhana.
Fakta ini bukan untuk menyalahkan sekolah, guru, atau pihak tertentu, melainkan sebagai cermin bahwa persoalan literasi dasar masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama.
Bagi anak sekolah dasar, kemampuan membaca bukan sekadar tuntutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, melainkan kunci untuk memahami seluruh proses pembelajaran.
Anak yang belum lancar membaca akan kesulitan mengikuti pelajaran, memahami instruksi guru, dan mengerjakan tugas. Di kelas, mereka cenderung pasif, memilih diam, dan kurang percaya diri.