SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menetapkan langkah kesiapsiagaan bencana menyusul kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah perairan selama lebih dari sepekan terakhir.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unsur terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan aktivitas pelayaran laut terhenti.

Akibat kondisi tersebut, akses transportasi menuju wilayah kepulauan lumpuh total. Banyak warga kepulauan tidak dapat kembali ke daerah asal dan terpaksa tertahan di daratan.

Sejumlah warga terlihat menunggu kepastian keberangkatan di Terminal Pelabuhan Kalianget, sementara sebagian lainnya memilih menetap sementara di rumah-rumah singgah kepulauan yang berada di Kota Sumenep.

Puluhan warga asal Pulau Sapeken, misalnya, bertahan di Rumah Singgah Pulau Sapeken yang berada di Kecamatan Kota. Setelah hampir satu pekan tidak dapat pulang akibat cuaca yang tak kunjung membaik, para warga tersebut melaporkan kondisi mereka kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep karena persediaan logistik, khususnya makanan, mulai menipis.