PAMEKASAN, MaduraPost - Pelayanan BNI Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah muncul polemik gagalnya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Perumahan Bukit Damai.
Minimnya komunikasi dari pihak manajemen memicu kekhawatiran masyarakat. Salah satu pemerhati ekonomi asal Pamekasan, Khairul Kalam menyatakan, bahwa situasi tersebut membuat publik cemas dan resah, mengingat BNI merupakan bank milik negara dengan aset besar.
“Masyarakat cemas dan resah. Ini BNI, perusahaan milik negara dengan aset sekitar Rp1.200 triliun. Kalau kinerjanya sampai terlihat merosot hanya karena persoalan komunikasi yang tidak berjalan baik, tentu ini sangat disayangkan,” ujar Kalam kepada wartawan, Selasa (13/1) pagi.
Menurut dia, kesulitan komunikasi yang dialami mitra, nasabah, hingga insan pers dengan Silvia Putri, selaku Wakil Pimpinan Bidang Layanan Bisnis BNI Cabang Pamekasan, berpotensi berdampak luas terhadap citra perusahaan.
“Bukan hanya wartawan yang kesulitan, mitra dan masyarakat juga terdampak. Kalau komunikasi seperti ini dibiarkan, ini bisa menjadi bom waktu bagi BNI sendiri,” tegas Kalam