Publik kini menantikan klarifikasi resmi tersebut agar polemik tidak berlarut-larut dan kepercayaan masyarakat terhadap BNI sebagai bank milik negara tetap terjaga.

Diberitakan sebelumnya, BNI+Pamekasan" class="inline-tag-link">BNI Pamekasan menjadi sorotan publik menyusul gagalnya pengajuan KPR yang dialami Firda, warga Desa Kolor, Kabupaten Sumenep.

Pengajuan KPR melalui BNI KCP Prenduan tersebut sempat dinyatakan lolos pada tahapan awal, namun dibatalkan pada keputusan akhir di tingkat manajemen cabang.

Pengembang Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana, menyebut seluruh proses awal berjalan tanpa kendala.

Mulai dari pemasaran, analisis kredit, hingga persetujuan internal bank, semuanya dinyatakan memenuhi syarat.