Orang tua Firda bahkan memilih membeli dua unit rumah secara tunai demi mengobati kekecewaan anaknya.
“Anak saya sudah sangat berharap. Karena kecewa, akhirnya saya beli rumah secara tunai supaya dia tidak semakin terpukul,” ujarnya.
Wirya menilai, kasus ini menjadi alarm serius bagi keberlangsungan Program 3 Juta Rumah yang menjadi agenda prioritas nasional. Ia khawatir, jika pola pembatalan sepihak terus terjadi, kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah akan terkikis.
“Kalau masyarakat kecil sudah dinyatakan layak di awal tapi gagal di keputusan akhir tanpa penjelasan, target program nasional bisa sulit tercapai,” tandasnya.***