SUMENEP, MaduraPost - Puluhan pegawai BMT Nuansa Umat (BMT NU) Jawa Timur dari berbagai kantor cabang dalam beberapa bulan terakhir memilih mundur dari pekerjaannya.

Temuan lapangan yang dihimpun media ini mengungkap bahwa keputusan kolektif itu terutama dipicu oleh pemangkasan upah dan ketidakjelasan soal kepesertaan Ketenagakerjaan" class="inline-tag-link">BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Dari puluhan pekerja dan mantan pekerja yang ditemui, hanya satu orang yang menyatakan pernah menerima pesangon ketika keluar. Selebihnya mengaku tak pernah sekalipun didaftarkan sebagai peserta BPJS selama menjalani masa kerja mereka.

Para pekerja itu menuturkan telah bekerja bertahun-tahun tanpa memperoleh jaminan sosial apa pun, sementara kewajiban perusahaan, menurut regulasi, bersifat mengikat tanpa mempertimbangkan lamanya masa kerja.

Seorang mantan kepala cabang yang meminta agar identitasnya dirahasiakan menyebutkan, bahwa hampir seluruh rekannya memilih mundur.