“Berhenti semua, sembilan orang. Tidak tahu persis kenapa, tapi teman-teman satu per satu keluar. Akhirnya saya ikut berhenti juga,” ujarnya, Kamis (4/11).

Sebut saja namanya Fulan. Ia telah mengabdi lebih dari empat tahun di BMT NU, namun mengaku belum sekalipun didaftarkan dalam program jaminan sosial negara. Kini ia beralih profesi menjadi nelayan.

“Belum didaftarkan BPJS. Saya baru sekitar empat tahun kerja. Katanya yang didaftarkan itu yang masa kerjanya di atas lima tahun. Tapi saya dapat pesangon,” tuturnya.

“Majâng, menjaring ikan. Tidak ada apa-apa, hanya ingin cari pengalaman baru,” katanya lebih lanjut.