Menurutnya, keberadaan PWRI tidak hanya sebatas wadah profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.

“Program kerja tahun depan kami arahkan pada isu-isu kemanusiaan. Selain itu, kami akan memperkuat pengawalan isu olahraga, karena Sumenep memiliki potensi besar di sektor tersebut,” jelasnya.

Sebelum raker dimulai, PWRI telah menginisiasi Focus Group Discussion bertajuk “Menuju Porprov 2027” pada Kamis (19/11). Forum ini menjadi titik awal pembahasan penyelarasan strategi pembinaan atlet jangka panjang.

Menutup sesi raker, Rusydiyono menegaskan, bahwa fokus pengawalan organisasi pada 2026 mendatang ialah memperkuat public awareness, memastikan kebijakan olahraga berjalan efektif, dan mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang lebih sehat.