Warga juga menyoroti dugaan rendahnya standar perawatan serta manajemen aset pada PLTD Ra’as. Mereka khawatir sejumlah mesin yang kini beroperasi telah berada di kondisi rentan rusak, sehingga kerusakan teknis selalu berulang.
“Jika kerusakan teknis terus berulang, pertanyaannya adalah mengapa standar perawatan dan manajemen aset di PLTD Ra’as begitu rendah,” lanjutnya.
Melalui surat itu, warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLTD, kepastian jadwal perbaikan atau penggantian mesin, serta langkah konkret menuju layanan listrik 24 jam.
Menurut warga, yang mereka perlukan bukan lagi permintaan maaf atau alasan teknis, tetapi tindakan nyata.