“Semoga ke depan pelayanan BRI semakin bagus dan semakin membantu rakyat di sini,” harapnya.
Kisah Kusriyanto menjadi potret bagaimana kolaborasi antara pelaku usaha mikro dan layanan keuangan digital mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat desa, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di daerah terpencil seperti Saronggi.***