“Adanya BRILink ini sangat membantu, karena di Saronggi sendiri tidak ada ATM BRI,” ujar Kusriyanto, ditemui di tokonya yang berada di pelosok desa, Senin (13/10) petang.

Kini, Kusriyanto mengoperasikan dua mesin EDC, satu manual dan satu berlayar sentuh, untuk melayani transaksi masyarakat di sekitar.

Selain itu, ia juga telah mempekerjakan sejumlah karyawan untuk membantu operasional toko yang buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Keberadaan layanan BRILink di tokonya membuat warga setempat tak perlu jauh-jauh ke kota untuk sekadar menarik tunai, transfer, atau melakukan transaksi perbankan lain.